About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit. ....read more

Senin, 24 November 2014

Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi dunia telah melanda sejumlah negara berkembang, seperti Tiongkok, Brasil, India, Turki, dan Afrika Selatan sejak pertengahan 2013 hingga kuartal I 2014. Namun, Indonesia bisa dikatakan selamat dari dampak perlambatan ekonomi itu. Menurut Staf Khusus Presiden RI Firmanzah, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan PDB pada kuartal I 2014 dan tren yang membaik dari neraca perdagangan Indonesia
BPS telah mengumumkan data pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal I 2014 sebesar 5,21 persen (year on year/yoy). Menurut BPS, seluruh sektor mengalami pertumbuhan kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang turun sebesar 0,38%.  Sektor pengangkutan dan komunikasi adalah sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,23 persen.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan kuartal I 2014 didukung oleh konsumsi rumah tangga sebesar 5,61%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,13%, dan konsumsi pemerintah 3,58% Sedangkan ekspor dan impor masing-masing mengalami kontraksi 0,78% dan 0,66%.

Lambat pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seperti Tiongkok, Brasil, India dan Afrika Selatan telah mendorong beberapa lembaga internasional seperti Bank Dunia dan IMF merevisi proyeksi pertumbuhan negara-negara berkembang termasuk untuk kawasan Asia,” ungkap Firamzah. (Ndw/Amh)

 sumber : http://www.liputan6.com

0 komentar :

Poskan Komentar