About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit. ....read more

Kamis, 23 Oktober 2014

Kapasitas Produksi


1.1 Pengertian Kapasitas Produksi

            Kapasitas produksi merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan upaya meningkatkan laba perusahaan disamping usaha-usaha seperti pemilihan material yang ekonomis, kontrol kualitas, promosi, guna menambah permintaan pasar dan sebagainya. Kapasitas produksi dapat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar, semakin tinggi kapasitas produksi yang dapat diusahakan maka semakin banyak produk yang mampu dihasilkan setiap jam, setiap hari, setiap bulan, bahkan setiap tahunnya. Peningkatan kapasitas produksi berhubungan dengan tingkat ivestasi dan investasi berhubungan dengan tingkat tabungan masyarakat, sedangkan tingkat tabungan masyarakat berhubungan dengan tingkat pendapatan dan konsumsinya. Jadi, bila kapasitas produksi ingin ditingkatkan maka tabungan masyarakat haruslah ditingkatkan agar investasi dapat pula meningkat.

            Kapasitas produksi dapat didefinisikan sebagai volume atau jumlah produk yang dapat dihasilkan oleh suatu fasilitas produksi atau perusahaan dalam periode waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia saat itu. Pada perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk dan berproduksi untuk pasar, penentuan kapasitas produksi sangat penting
            Pengukuran kapasitas dapat dilaksanakan berdasar output atau berdasar input tergantung macam lembaga atau kegiatannya. Misal pabrik garmen, mengukur kapasitas berdasarkan output dan lembaga pendidikan mengukur kapasitas berdasarkan input yang ditunjukkan oleh daya tampung.
            Dasar untuk menentukan rencana kapasitas pabrik adalah skala ekonorni (economic scale), yaitu fasilitas yang dipilih adalah yang memiliki biaya per unit paling rendah, dan focus facility, yaitu fasilitas yang tersedia diusahakan agar dapat menghasilkan beberapa macam produk. Misalnya satu pabrik memproduksi komponen produk yang hampir sama.

2.2 Strategi Perencanaan Kapasitas Produksi
            Strategi perencanaan kapasitas pada dasarnya terdiri dari dua macam, yaitu strategi ekspansi, dan strategi wait and see.
  •    Strategi ekspansi
            Pada strategi ekspansi, pengusaha menambah kapasitas pabriknya setelah diketahui bahwa ada prospek permintaan yang cukup banyak. Strategi ini dilakukan oleh pengusaha yang optimis terhadap kenaikan permintaan.  
  •   Strategi wait and see
         Strategi wait and see, diterapkan pada pengusaha yang konserfatif, atau cenderung berhati-hati.  Pengusaha baru menambah kapasitas pabriknya jika permintaan benar-benar sudah meningkat. Jika kenaikannya belum cukup banyak biasanya diatasi dengan kerja lembur atau sub kontrak dengan perusahaan lain.
          Untuk merencanakan kapasitas produksi, perusahaan dapat menggunakan berbagai metode.  Metode yang dipakai dalam perencanaan kapasitas produksi optimum adalah metode Break Even Point, metode Linear Programming, metode Grafik, dan metode Simpleks.

2.3 Faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan Kapasitas Produksi :
  • Batasan permintaan, yang telah diketahui dalam perhitungan market share.
  • Tersedianya kapasitas mesin-mesin, yang dibatasi oleh kapasitas teknis atau ekonomis.
  • Jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi.
  • Kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang.           
            Dalam menentukan kapasitas produksi dari suatu pabrik atau industri yang akan didirikan, dapat dilakukan dengan dua cara pendekatan.
·         Pertama adalah dengan memperkirakan tingkat permintaan potensial terhadap produk pada masa depan
·  Kedua adalah dengan pendekatan terhadap ketersediaan bahan bakunya.
      Pendekatan yang pertama dapat dilakukan apabila tersedia data historis untuk tingkat produksi/penawaran dan tingkat permintaan dari produk yang bersangkutan ataupun dari produk yang sejenis dengannya. Dengan menggunakan teknik peramalan yang tepat maka akan dapat diperkirakan tingkat permintaan terhadap produk tersebut pada masa yang akan datang.

2.4 Perencanaan Kapasitas Produksi
            Kapasitas produksi juga berkaitan erat dengan skedul atau jadwal produksi yang tertuang dalam jadwal produksi induk (master production schedule), karena jadwal produksi induk mencerminkan apa dan berapa yang harus diproduksi dalam jangka waktu tertentu.

Perencanaan Kapasitas dapat Dilihat dalam tiga Horizon waktu:
a.       Kapasitas jangka pendek (< 3 bulan)
            Perencanaan kapasitas jangka pendek kurang dari tiga bulan ini dikaitkan pada proses penjadwalan harian atau mingguan dan menyangkut pembuatan penyesuian –penyesuian untuk menghapus ‘’variance’’ antara keluaran yang direncanakan dan keluaran nyata . keputusan perencanaan mencakup alternatif – alternatif seperti kerja lembur, pemindahan personalia, penggantian routing produksi
            Untuk meningkatkan kapasitas jangka pendek terdapat 5 cara yang dapat digunakan perusahaan:
1.       Meningkatkan sumber daya yaitu :
  •  Penggunaan kerja lembur (memakan biaya lembur tinggi)
  • Penambahan regu kerja (biaya tenaga kerja tinggi)
  • Memberikan kesempatan kerja part time
  • Sub kontrak -> memberikan pekerjaan kepada pihak lain ( pengawasan mutu / quality control)
  • ·  Kontrak kerja
2.       Memperbaiki penggunaan sumber daya:
  •   Mengatur regu kerja                                                                                
  • Menetapkan skedul
3.       Memodifikasi produk :
  •  Menentukan standar produk
  •  Melakukan perubahan jasa produk
  • Melakukan pengawasan kualitas
4.       Memperbaiki permintaan :
  • Melakukan perubahan harga
  • Melakukan perubahan promosi
5.       Tidak memenuhi permintaan :
  • Tidak mensuplai semua permintaan

b.      Kapasitas jangka menengah (3-18 bulan)
            Perencanaan kapasitas jangka menengah (intermediet range) yaitu rencana- rencana bulanan atau kuartalan untuk 3 sampai 18 bulan yang atau yang akan datang. Dalam  hal ini, kapasitas juga bervariasi karena alternative – alternative seperti penarikan tenaga kerja, pemutusan kerja, peralatan – peralatan bukan utama.

c.       Kapasitas jangka panjang p (>1 tahun)
            Perencanaan kapasitas jangka panjang (long time) – lebih dari satu tahun. Di mana  sumber daya produktif memakan waktu lama untuk memperoleh atau menyelesaikan, seperti bangunan, peralatan atau fasilitas. Perencanaan kapasitas jangka panjang memerlukan partisipasi dan persetujuan manajemen puncak. Dalam kaitan dengan kapasitas jangka panjang terdapat 2 strategi yang dapat ditempuh perusahaan yaitu :
1. Strategi melihat dan menunggu ( wait and see strategy ) dikatakan pula strategi hati – hati karena kapasitas produksi dinaikkan apabila yakin permintaan konsumen sudah naik. (tidak ada resiko)
2. Strategi ekspansionis, kapasitas selalu melebihi atau diatas permintaan (ada resiko). penumpukan stok menimbulkan biaya operasional membesar

KESIMPULAN

            Kapasitas produksi dapat didefinisikan sebagai volume atau jumlah produk yang dapat dihasilkan oleh suatu fasilitas produksi atau perusahaan dalam periode waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya yang tersedia saat itu. Pada perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk dan berproduksi untuk pasar, penentuan kapasitas produksi sangat penting
            Dasar untuk menentukan kapasitas produksi pabrik (manufaktur) diantaranya strategi perencanaan kapasitas produksi, faktor-faktor penentu dalam penentuan kapasitas produksi dan perencanaan kapasitas produksinya
            Pengukuran kapasitas dapat dilaksanakan berdasar output atau berdasar input tergantung macam lembaga atau kegiatannya. Misal pabrik garmen, mengukur kapasitas berdasarkan output dan lembaga pendidikan mengukur kapasitas berdasarkan input yang ditunjukkan oleh daya tampung untuk mencapai keberhasilan.

sumber :  wikipedia.com

                 buku makro ekonomi
  

0 komentar :

Poskan Komentar